Asal-usul Kain Tenun, Cintai Produk Sandang Tradisional! - Jangan cuma beli karena motifnya yang cantik, tapi ketahui juga asal-usul, nilai sejarah, dan makna dibaliknya!
Halo Sobat Bajo! Kalau pergi berkunjung ke NTT, kira-kira oleh-oleh apa sih yang paling sering dibawa pulang? Kalau gak makanan khasnya atau kopi khas NTT, biasanya wisatawan juga berburu oleh-oleh sandang yang unik dari NTT bukan?
Salah satu oleh-oleh sandang unik dari NTT yang banyak diburu oleh para pelancong gak lain dan gak bukan pastinya kain tenun. Segala hal terkait tenun NTT pasti selalu jadi primadona bukan?
Apa Sobat Bajo termasuk yang seringkali berbelanja beragam olahan tenun NTT? Di balik beragam motifnya yang cantik dan rumit, ada berbagai filosofi di dalamnya yang juga gak kalah menarik kalau mau ditelisik.
Mulai dari motifnya hingga asal-usul atau sejarahnya pasti layak diulik! Berikut ulasannya, check this out!
Asal-usul Kain Tenun, Apa Itu Tenun?
Sebelum masuk ke asal-usul atau sejarah kain tenun, ada baiknya untuk Sobat Bajo mengetahui terlebih dahulu, apa sih tenun itu?
Berangkat dari kata tenun, tenun sendiri merupakan suatu teknik untuk menghasilkan produk sandang khas dari Nusa Tenggara Timur. Tenun merupakan kegiatan membuat sehelai kain dengan menenun benang secara horizontal ke benang-benang yang sudah dicelupkan warna sebelumnya.
Kain tenun yang menjadi akar budaya masyarakat NTT ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-3 masehi atau sekitar 3.500 tahun yang lalu. Dahulu kala, kain tenun hanya digunakan sebagai kebutuhan pada upacara adat dan ritual-ritual tradisional.
Namun demikian, kain tenun berubah selain tetap menjadi identitas dalam upacara dan ritual adat, tapi juga sebagai oleh-oleh dan ciri khas produk sandang dari NTT.
Kain tenun yang dihasilkan oleh masyarakat di NTT juga gak kalang-kaleng lho Sobat Bajo! Kerumitan prosesnya serta keindahan motif kain yang dihasilkan dari proses menenun menjadikan kain tenun NTT ini bernilai jual sangat tinggi!
Ada beragam produk lanjutan yang bisa dihasilkan dari kain tenun NTT dan kemudian menjadi oleh-oleh utama, yakni selendang, sarung, selimut, tas, dompet, dan ragam aksesoris cantik lainnya!
Penasaran dengan proses pembuatan kain tenun NTT yang melegenda? Yuk simak ulasan berikut!
Asal-usul Kain Tenun; Gimana Sih Cara Pembuatannya?
Hasilnya yang indah gak semerta-merta didapatkan begitu aja, perlu proses panjang dalam pembuatan kain tenun khas NTT ini, bahkan ada beberapa tahap yang perlu dilakukan!
Ada 6 tahap utama dalam pembuatan kain tenun, masing-masing dari tahap ini sungguh detail dan keren banget! Berikut tahapannya!
-
Tahap Pertama: Pengumpulan Benang
Tahap pertama ini mungkin jadi tahap yang paling sering kita lihat dalam pembuatan kain, yakni pengumpulan benang menjadi bola-bola benang.
Benang-benang ini dikumpulkan dalam jenis yang berbeda, yakni benang katun, rayon, dan juga kapas. Dari segi fungsi dalam pembuatan kain tenun, benang-benang ini dibedakan menjadi dua, yakni benang lungsi dan benang pakan.
Benang lungsi adalah benang yang nantinya akan membentuk dasar dari kain, sedangkan pakan merupakan benang yang melintang pada benang lungsi.
-
Tahap Kedua: Menghani
Setelah proses pertama yakni mempersiapkan benang sebagai bahan dasarnya, kita kemudian masuk ke proses kedua, yakni meghani. Proses ini merupakan proses menyusun benang-benang lungsi yang sudah dipersiapkan di atas alat tenun untuk kemudian dijadikan dasar dalam pembuatan kain.
Proses ini harus dilakukan sebelum benang dicelup warna, kemudian dilanjutkan dengan proses penenunan. Proses menghani ini menggunakan alat yang diberi nama "hani". Merupakan alat untuk menyusun benang-benang lungsi.
-
Tahap Ketiga: Pencelupan Benang ke Pewarna
Setelah benang dipintal dan diikat, proses ketiga kemudian proses pencelupan benang-benang tersebut ke pewarna. Pewarna-pewarna dalam pembuatan tenun ikat merupakan pewarna alami lho Sobat Bajo!
Biasanya pewarna ini terbuat dari akar pohon dan berbagai tumbuhan alami lainnya, hingga menciptakan warna yang alami dan tahan lama tanpa bahan kimia.
-
Tahap Keempat: Penenunan
Setelah diwarnai, benag-benang ikat tadi kemudian lanjut ditenun. Di proses inilah benang lungsi dan benang pakan dilebur dalam satu produk kain yang kemudian menghasilkan motif dan warna yang cantik!
Proses menenun ini melibatkan penyilangan antara benang lungsi dan benang pakan. Benang lungsi ditenun secara vertikal sedangkan benang pakan ditenun secara horizontal.
Proses ini juga melibatkan tahapan memindahkan benang pakan di atas dan di bawah benang lungsi dengan alat tenun yang menyerupai sisir serta dibantu alat penjepit.
-
Tahap Kelima: Pengikatan Benang Lungsi ke Bum Kain
Langkah kelima dalam pembuatan kain tenun adalah dengan memasang benang lungsi pada bagian bum kain (atau alat tenun tradisional).
Setelah benang lungsi (benang yang bergerak vertikal pada tenunan) dilepas menggunakan mata gun dan sisir, benang tersebut ditaruh di potongan kayu pada bagian bum kain.
-
Tahap Keenam: Penyetelan Tenun
Tahap terakhir dari pembuatan kain tenun NTT adalah penyetelan tenun atau menyusun benang berdasarkan motifnya. Setelah benang lungsi disusun secara vertikal, proses penyetelan tenun inilah yang akan menentukan posisi benang lungsi tersebut sesuai dengan motifnya.
Enam tahap dalam pembutan tenun NTT mungkin memang terlihat begitu sederhana bukan? Tapi, jangan salah! Proses ini amat rumit dan membutuhkan ketelatenan penuh untuk menghasilkan kain tenun sesuai dengan motif yang diinginkan!
Jadi, gak salah kalau harga kain tenun di NTT itu begitu mahal. Meskipun mahal, tapi jangan salah! Banyak kok orang yang memburu kain tenun sebagai buah tangan terbaik dari Nusa Tenggara Timur.
Kain tenun sudah banyak dijual di berbagai e-commerce pilihan di Indonesia, tapi untuk Sobat Bajo yang ingin kain tenun otentik langsung dari tangan pengrajin saat berkunjung ke Kupang, berikut rekomendasi offline storenya!
Asal-usul Kain Tenun; Dimana Bisa Beli Kain Tenun di NTT?
-
Batik Tenun Ikat Jala Huba
Rekomendasi pertama, kamu bisa berkunjung ke galeri kain tenun, Batik Tenun Ikat Jala Huba yang berlokasi di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatulili, Kecamatan Oebobo.
Harga kain tenun ikat khas NTT di sini mulai dari 300.000-an aja hingga yang harganya jutaan rupiah juga ada! Buat yang cari kain tenun utuh atau belum dipotong juga bisa banget!
-
Kois Kaos Kupang
Kalau butuh oleh-oleh tenun yang sudah menjadi produk siap pakai, kamu bisa berkunjung ke Kois Kaos Kupang di Jalan Cak Doko 88C, Kelurahan Oebobo.
Di sini kamu bisa nemuin beragam olahan tenun, seperti kaos yang siap pakai ataupun baju model lainnya dengan beragam motif tenun yang cantik-cantik!
-
Yos Gallery
Berikutnya adalah galeri tenun ikat yang berlokasi di Jalan Timor Raya, KM.15, Kelurahan Tarus, Kupang Tengah. Di galeri ini Sobay Bajo bisa berburu lebih dari 20.000 pilihan kain tenun ikat khas NTT!
Harganya juga beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah semuanya ada di Yos Gallery!
Itu dia ulasan singkat mengenai asal-usul tenun khas NTT yang melegenda dari masa ke masa. Mulai dari fungsinya sebagai sebuah identitas budaya yang digunakan dalam upacara dan ritual adat, hingga sekarang menjadi oleh-oleh utama setiap orang berkunjung ke NTT.
Untuk Sobat Bajo yang ingin berburu kain tenun juga bisa banget nih main ke NTT sambil berwisata di Labuan Bajo atau Pulau Komodo dan tentukan itinerary wisatanya bersama kami!






